Selasa, 09 Agustus 2022

Need someone to talk but not boyfriend

Jujur bingung sih, diusia aku sekarang pengen sih punya pendamping. Tapi sulit sekali menemukan pendamping itu, padahal kriteria aku juga tidak sulit. Sekarang umur aku udah 26 tahun dan semakin kesini circle pun juga semakin sedikit. Kehidupan aku hanya kantor rumah, kantor rumah. Ingin bertemu orang orang baru tapi bingung dimana. Ketika aku sudah menyukai salah seorang lelaki, tapi lelaki tersebut tidak memberikan sinyal apapun. lantas saja aku sebagai wanita memilih untuk menjaga jarak, agar nantinya aku tidak merasa sakit hati dengannya ketika dia dekat dengan wanita lain. Tapi entah mengapa aku menjadi benci dengan diri aku sendiri, kenapa aku tidak bisa mengontrol perasaan aku, bukan hak aku menjadi cemburu ketika melihat dia bercanda gurau dengan yang lain, atau bahkan dekat dengan yang lainnya. Aku benci ketika melihat teman aku bercanda dengannya. Ketika aku sudah menjadi cemburu, aku menjadi diam ingin menangis tapi keadaan tidak mendukungku karena aku bukan siapa siapa dia. AH dasar aku wanita lemah!!!. Kenapa banyak sekali orang yang menyukai dia, sedangkan aku satupun tidak ada yang menyukaiku. Entah dia mencari wanita dengan kriteria macam mana, tapi yang kutau pasti yang lelaki nilai pertama adalah fisiknya. Ya Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang, semoga engkau mendengar doa hamba dan mengabulkannya. Dekatkanlah hamba dengan jodoh hamba yang tampan, mapan, sholeh, bisa menjadikan keluarga sakinah mawaddah warrahmah, pinter, cerdas, serta mertua yang dapat menerima hamba apa adanya dan menganggap hamba seperti anaknya sendiri, suami yang dapat menjadi sahabat dalam agama dunia dan akhirat.

Selasa, 10 November 2020

Sedih

 bapak aku tidak bekerja, dia hanya serabutan.

saat aku kelas 6 SD, bapak aku sangat aktif di partai politik. Bapak aku sering kali ke kantor cabang parpol tersebut, bahkan saat pemilu bapak aku ikut serta kampanye, menyebarkan spanduk dan sticker capres dan cawapres di parpol tersebut. Aku yang saat itu kelas 6 sering kali ikut dan entah kenapa aku sangat senang membawa itu atribut (terutama sticker, karena aku bisa ikut menempel sticker).

Dan waktu itu kalau tidak salah tahun dimana ada pencalonan DPRD. Bapak aku turut serta menjadi calon DPRD. Dengan background bapak saya tidak bekerja tapi aku sangat tahu pengetahuan dan wawasan bapak aku sangat luas. Saat aku kesusahan bapak aku di pelajaran, bapak aku sangat membantu aku. Bapak aku sangat mendukung akademik anaknya, karena bapak aku tidak ingin anaknya seperti bapak aku. 

Bapak aku mencalonkan diri menjadi DPRD dan dia tidak memiliki modal. Bahkan bapak aku tidak memiliki spanduk dan sticker karena tidak memiliki modal. Bapak aku hanya bermodalkan kertas print dan fotokopi saja. Bapak aku tidak didukung oleh saudara-saudaranya karena mereka tahu bapak aku tidak punya modal. Bapak aku berkampanye dengan cara silaturahmi. Sempat bapak aku menitipkan beberapa lembar kertas kampanyenya, berharap aku bisa menyebarkan ke teman sekelas aku. Namun sepulang sekolah aku tidak menyampaikan amanah bapak aku tersebut dan aku berbohong sudah menyampaikannya. 

Dan setelah aku dewasa, aku merasa sangat berdosa karena aku merasa sama dengan saudara bapak aku yang tidak percaya dan tidak mendukung. Aku merasa kasian dengan bapak aku, bukan salah bapak aku tidak bekerja, karena aku merasakan hal yang sama di dunia kerja bagaimana sulitnya mendapatkan pekerjaan padahal di era aku ini sudah lebih canggih.

Pernah suatu ketika, bapak aku mencoba ikut temannya untuk bekerja mengontrol penumpang bis. aku sangat senang mendengar bapak aku kerja, meskipun hanya mengontrol bis, tapi aku bangga. namun baru beberapa hari bapak aku tidak melanjutkan pekerjaan itu, setelah diselidiki oleh ibu aku, ternyata bapak aku disuruh membayar uang agar bisa diterima. bapak aku yang saat itu tidak punya uang, tidak mau berbicara ke ibu aku karena khawatir ditolak. Setelah ibu aku tau, ibu aku agak kecewa kenapa bapak aku tidak jujur ke ibu aku kalau disuruh membayar. 

kadang aku sedih melihat bapak aku yang dipandang sebelah mata. aku kasian kalau melihat bapak aku di mojokerto selalu disindir. menurut aku, bukan bapak aku yang tidak mau ke mojokerto, tapi mungkin bapak aku merasa tidak nyaman dengan pandangan saudara yang ada di mojokerto. 

Minggu, 08 November 2020

The day after my birthday

Tahun ini aku mendapat kebahagiaan dan kesedihan di hari ulang tahunku.

Kebahagiaan setelah sekian lama tidak pernah merayakan ulang tahun bersama keuarga, dan akhirnya bisa merayakan bersama keluarga.

Namun kesedihan karena ini ketiga kalinya aku gagal di CPNS. Harapan yang aku tunggu sekian lama.


Entah kenapa, sekarang ini aku tidak suka untuk bepergian ke tempat saudara. Hal yang paling tidak aku sukai adalah dibanding-bandingkan. Dan aku merasa dengan adanya kehadiran aku ataupun tidak disana juga tidak ada bedanya. Karna apa? karena mereka hanya fokus dengan kakak aku. Mungkin disana kakak aku ibarat makanan dan aku hanya lalat yang berterbangan. 

Aku memendam perasaan itu hingga pulang dari sana. Dan diperjalanan, aku menyembunyikan air mata aku dipangkuan ibuku. Berusaha sekuat tenaga agar ibu aku tidak sedih melihat aku menangis. Dan akhirnya, ibu aku sadar kalau aku habis menangis. DIsitu aku langsung tidak bisa membendung air mata aku. Ibu aku mengira aku sedih karena tidak lolos, namun kenapa perasaan aku tidak mengarah ke sana, aku mengutarakan bahwa aku tidak suka pergi ke tempat saudara. Sebetulnya aku takut mengatakan itu, karena itu adalah kampung halaman ibu aku, aku takut malah membuat ibu aku bersedih.

Sabtu, 05 September 2020

Sebelah mata

Aku kurus, aku pesek.

Kakak aku ideal, kakak aku mancung

Ya, dari segi fisik kakak aku punya kelebihan.


Aku sangat benci, sangat kesal ketika pergi kerumah saudara, dan yang dilihat adalah fisik!. 

Aku merasa nyaman ketika berkunjung ke salah satu bapak, karena mereka tidak menilai fisik, meskipun kadang mereka menilai materi. Yang aku rasakan ketika berkunjung ke keluarga ibu, berkebalikan dengan keluarga bapak, di keluarga ibu jujur batin aku merasa down ketika mereka menilai fisik. Hal pertama yang mereka ucap ketika melihat aku adalah "kurus banget", "meris itu niru siapa". Sampai pernah mereka menilai ibu aku tidak pernah memberi makan aku makanya aku kurus. 

Sampai sekarang pun aku juga benci, karena aku masih merasa mereka menilai sebelah mata. Ada hal lain, misalkan ketika ada aku dan kakak aku, mereka pasti lebih memilih kakak aku untik diajak kemana mana. Padahal jelas-jelas disana ada aku juga. Entah kenapa salah satu keluarga ibuku tidak menyukaiku.

Hal lain lagi, jakarta adalah kota besar tapi untuk transportasi sangat gampang di akses. Berbeda dgn palangkaraya. Ketika salah satu keluarga ibu aku itu ada tugas kerja ke jakarta, tidak ada sepenggal kata untuk mengajak silaturahim. Tapi ketika mendengar kakak aku yg di palangkaraya baru saja mengantar saudara ibu aku, hal pertama yang terlintas adalah aku memang berbeda dan aku merasa di pandang sebelah mata. 

Senin, 03 Agustus 2020

BAHAGIA DAN SEDIH JADI SATU


Gimana sih rasanya seneng dan sedih dikala bersamaan?
Yah aku seneng, bahagia karena sahabat terbaik aku akhirnya menemukan pasangan hidupnya, menemukan tulang rusuknya.
Tapi aku sedih, temen, sahabat bahkan keluarga aku yg paling mengerti perasaan aku bentar lagi melepas masa lajangnya. Orang yg biasa aku ajak kemana mana saat sedih bakal jadi milik orang lain. Berat melepas dia. 

Dool, Nanti pas aku sedih gimana?
Dool, nanti pas aku butuh temen gimana?
Doool, nanti pas aku sakit gimana?

Aku jujur seneng banget kamu akhirnya bisa melepas satu beban kamu. Baru kemarin rasanya kita bilang pengen nikah biar tiap pulang kerja bisa berbagi cerita sama suami. 

Doa terbaik untuk kamu dan calonmu. Dan yang pasti aku sangat sangat berbahagia mendengar kabar itu. 


Minggu, 14 Juni 2020

Teman bermuka dua

T namanya. teman 1 permainanku, dari dulu aku tidak menganggap dia sahabat sama sekali. entah kenapa teman temanku selalu menyukainya disaat aku sangat tidak menyukainya. teman sok misterius, teman yang ingin sekali terlihat wow, teman yang sangat ambisius dengan segala cara dan alasan dia, entah kenapa aku selalu menerima semua alasannya padahal dibelakang itu aku sangat kesal. Ingin terlihat paling bisa dan pertama, padahal dengan kata kata manisnya dia ingin maju dengan teman temannya, HAHAHAAA MEMANG KATA KATA MANIS AGAR MENDAPATKAN DUKUNGAN DAN BANTUAN. Teman yang penasaran dengan teman temannya tapi dia tidak bertanya langsung tapi mencari info ke orang lain. DIH NAJIS, NGAPAIN NYARI INFO KE ORANG LAIN? MAU GOSIPIN? NANYA NANYA AJA KALI GA USAH SOK KEPO. dan maaf aku sudah tidak ingin berteman dengan orang seperti T, maaf kalau aku blok semua akses karena aku sangat bencinya.

Suram

Perlahan ingatan yang menyedihkan mulai bermunculan. Entah aku tidak tau maksud itu. Mengapa kenangan menyedihkan terus terusan bermunculan, disaat aku sudah memendam dalam dalam?

Sabtu, 13 Juni 2020

How about my future?

Semakin dewasa, mencari teman yang nyaman untuk mengobrol itu susah, apalagi mencari teman yang bisa diajak bercanda gurau

Kamis, 11 Juni 2020

amarahku makin tidak tercontrol, aku merasakan penyesalan setelah aku meluapkan amarahku tersebut

ya allah, tingkatkanlah kesabaran hamba. tahanlah hamba agar tidak menjadi manusia yang tenggelam akan amarah
aku suka melukai diri aku sendiri disaat aku benar benar down.

ya allah, sadarkanlah hamba agar tidak melukai apa yang telah engkau ciptakan

Selasa, 09 Juni 2020

Boleh give up ga?

Kondisi Pandemic seperti ini dan diposisiku sebagai keroco perusahaan swasta membuatku tidak bisa berbuat apa apa selain mematuhi semua perintah yang lebih berkuasa

Selasa, 26 Mei 2020

terabaikanxxxx


Sabtu, 25 April 2020

Chapter 1


“Aku suka aroma hujan sore ini” Lirih Olla sambil meminum secangkir kopi hangat
Air hujan yang jatuh ke tanah membuat wangi hujan tercium hingga ke dalam kamar Olla. Sudah satu bulan Olla tinggal diperantauan untuk mengejar cita citanya. Mungkin disaat semua orang menginginkan cita-cita yang tinggi, Olla justru hanya punya satu cita-cita yaitu membahagiakan orang tuanya. Olla adalah seorang lulusan sarjana teknik, jalan pendidikannya sangat mulus tapi berkebalikan dengan jalan karirnya.
“Ollaaa...ada didalamkah kamu?”Teriak Saras dari luar kamar Olla
Olla yang sedang menikmati waktu sendirinya lalu mengizinkan Saras untuk masuk ke kamarnya
“Masuk aja ras, ga aku kunci” Sahut Olla dengan teriakan juga
Olla dan Saras memang sudah bersahabat sejak 3 tahun lalu, sejak awal perkuliahan mereka bertemu di asrama mahasiswa dan berlanjut hingga sekarang menjadi seorang sahabat. Mereka memiliki kepribadian yang bertolak belakang, dimana Olla seorang introvert dan Saras seorang yang ekstrovert.
“Tumben tumbenan kamu jam segini udah dandan gitu, mau kemana sih ujan ujan dini?” Tanya olla pada saras
“Hahaha, Laa kamu tau ga sih. Kakak yang ngajar di kelas Daskom kita?”
“Yang pas SP kemarin kan? Kak siapa itu lupa. Dia ngajakin kamu keluar? Bukannya dia udah punya cewek ya? jangan bilang kamu dideketin dia ras?
“Iya kak Bumii ituuu, tiba tiba semalem dia chat aku trus telfonan sampe malem. Sore ini dia mau jemput aku buat makan bareng, mau ikut ga La?”
“ngapain aku ikutan? Kenal deket aja kagak, yang ada malah ngerusak momen haha. Eh tapi gimana ceritanya sih ras? kan dia udah punya cewek atau dia baru putus?”
“Beneran ga mau ikutan? Yaudah kamu mau aku bawain apaan? Nanti aku ceritain ya, tapi Laa kamu jangan bilang bilang mommi ya, dia kan mulutnya bocor hahaha”
“ah panggil momi ah hahaha. Moooooo” teriak olla
Saras dengan cepat menutup mulut olla agar tidak memanggil mommi. Mommi adalah sahabat mereka juga, seumuran tapi mereka mengganggap mommi adalah sosok seorang ibu meskipun tingkah mommi lebih humoris dibanding mereka.
“jangan plis jangan. Ntar aja kalo udah ada kejelasan baru kamu cerita ke mommi gapapa” Pinta Saras pada Olla
“haha becanda elah, udah sana berangkat keburu malem aja nanti” usir Olla sambil becanda
“iya iya udah sana kamu rebahan biar energi kamu meningkat haha, aku jalan dulu ya. Kalo mommi nanya bilang aja aku ke kampus ngerjain tugas ya. Byee olla”

Minggu, 19 April 2020

Dunia Kerja

Sekarang aku sudah memasuki dunia kerja
Dunia kerja yg menurut aku seperti sandiwara
Dimana aku harus bekerja keras untuk menghidupi diri aku sendiri
Berangkat pagi dan terkadang pulang malam
Itu sudah menjadi rutinitasku

Namun masih ada yg membelenggu dalam fikiranku,
aku kerja susah payah, tapi yg menikmati adalah para petinggi,
Sebenarnya aku tdk mengharap apresiasi karna gaji bagiku sudah cukup
melihat jeripayahku hanya dinikmati oleh para petinggi, akupun menjadi bekerja tanpa rasa ikhlas.
aku merasa dipekerjaanku banyak sekali mudharatnya, aku harus menindas rakyat kecil demi keuntungan perusahaanku.
"saving" yup itu namanya, terkadang jika saving trhdap perusahaan kecil, maka atasan tidak mau menerima kinerja kita
lalu apa yg kita lakukan? tentu saja memaksa dan menindas orang kecil

Sempat kuberfikir, aku hanya mengejar duniawi saja, bagaimana aku bisa bertanggung jawab di akhirat?

Minggu, 14 Juli 2019

Long time no see and welcome back to my blog.
Lanjut dari yang sebelumnya. disini aku bakal ngenalin temen, sahabat bahkan udah ku anggap keluarga sendiri yang udah ngerubah aku jadi lebih banyak ngomong ga pndiem. dan mungkin temen, gang aku lebih dari 5, tapi aku bakal ceritain sahabat yang bener bener sahabat aku, yang dia tau secret of my life.
Yang pertama, Sahabat yang tau aku banget, mungkin dia lebih tau rahasisa aku dari pada keluarga aku, namanya Elis. Aku manggil dia Dodol, bcs dia dulu sering pelupa, dia dulu lambat bgt, ini yang sering buat aku bete. tapi aku tetep suka sahabatan sama dia. Sahabat yang ketika aku salah dia malah yang minta maaf, dan aku inget bgt dulu ketika semester awal awal pas masih di asrama kita sering main bareng, ketika aku marah ke dia, padahal itu aku yang salah dan aku gengsi minta maaf tapi dia bener bener minta maaf banget ke aku, kasih aku coklat biar aku maafin, dan aku makin sadar bahwa dia benr bener sahabat yang tulus ga mau ngeliat sahabatkanya kecewa gara gara dia.

Dia bener bener sahabat aku yang baiknya kebangetan. Pernah suatu hari ada temen aku yang ngajakin dodol main, disitu aku merasa marah ke dodol tanpa alasan, bahkan dia juga tau kalau aku marah ke dia dan dia minta maaf. Aku merasa takut kalau dodol bakal ninggalin aku sebagai temen, sahabat dan milih temenan sama yang lain makanya aku marah. Tapi dia ga ada nitan seperti itu, dia memang punya sifat yang easy going dan itu buat orang-orang sangat suak temenan sama dodol.
Dol, semoga kamu bisa menemukan jodoh yang baik sebaik kamu. Aku ga pengen kamu disakiti sama laki-laki. Semoga kamu bisa bahagia dunia akhirat ya. Dari aku sahabatmu Meris 


Senin, 17 Juli 2017

Without Title

Blog ini sengaja untuk nulis keluh kesah, banyak sekali post mengenai keluh kesah yang udah dihapus juga dari blog ini.
Tapi mau mengawali lagi, ya walaupun ada yg tau ttg blog ini tapi semoga bias membacanya dengan baik. Untuk pos ini di dedikasikan buat yang ngerasa aja, mungkin disini jelas kapan terjadi tapi ga jelas siapa yg dituju
Oke lets start
Mungkin Cuma orang tua aku yang bertanya kenapa aku ga pernah ngumpul atau main sama temen temen aku SMA atau SMP?
Mungkin buat temen temen aku, mereka merasa bodo amat, ga pernah ditanya kenapa gam au ngumpul atau main sama mereka bcs aku Cuma sekedar teman yg Cuma diinget namanya dan dikenal juga pendiem. Karena aku emang tipenya introvert. Jadi dengan hadir engganya aku juga ga ngaruh ke hidup mereka.
Oke next, so apa sih alasannya?
Sebenernya aku juga tipe orang yg mageran dan bahkan seharian bias nempel Kasur tanpa beranjak. Tapi entah ini trauma batin jiwa raga eaaa. entah kenapa aku ga ada keinginan sama sekali buat nunjukin muka aku ke mereka, aku Cuma ketemu mereka ketika papas an ataupun menanyakan hal sesuatu kalo ada perlu. Karna ya inilah aku yang mungkin masa kelam itu aku yg tau.
Banyak orang bicara masa SMA adalah masa terindah, buat aku NO! ga ada masa terindah sepanjang hidup aku, ONLY my family
Saat ini aku kuliah, masa di awal perkuliahan aku sekilas hamper hamper mirip dengan masa SMP ataupun SMA. Tapi untungnya batin jiwa raga ini berhasil melawan dari keterpurukan ini, hingga aku merasa suasana yg sangat sangat berbeda dari masa sebelumnya dimana ada rasa ketidaknyamanan. Allah mendengar doa aku dengan mengirimkan teman teman yang mengerti aku, dan membuat sifat aku yang terkesan sangat introvert bahkan sangat pemalu berubah drastis. Banyak testimony perubahan yang terjadi dalam diri aku.
Intinya di sini, teman dapat membuat kamu lebih tereksplor entah kea rah negative maupun positif tergantung dengan pergaulan kita. Di sini alhamdulillah allah mengirim teman yang membawa aku banyak ke segi positifnya.
Oke See You in the Next Journey

Jumat, 14 Februari 2014

“aku masih cinta, aku masih sayang, walau....”
Pukul 02.13, itulah suara yang terdengar dari kamar remaja usia 14 tahun yang cantik, beramput panjang, dan dia punya lesung pipi di kanan, yah itulah shanin. Siapa yang tak kenal dia, dia primadona di sekolah, dia juga jadi cover majalah sekolah sejak dia kelas 1 smp.
Di keheningan itu, dia sibuk di hadapan laptop mencari twitter cowok idamannya di sekolah. Menurutnya cowok itu, cowok perfect di sekolahnya, Gemy namanya. Saking asyiknya, dia nggak sadar kalau jam hampir menunjukkan pukul 03.00.
“Ah, ELI deh, masak nyari nama Gemy aja g nemu-nemu!!” Ucap shanin dengan sedikit kesal.
Sekilas terlihat nama seseorang di daftar follower Audie.
“Yihuy, Ulala, ini dia @AdhityaGemy, ah tolol bgt gue, dari tadi mah gue udah buka ini!!”
Audie itu sahabat shanin yang super duper baik. Mereka g nyangka kalau mereka bakal jadi sahabat. Shanin dan Audie itu sahabatan sejak kelas 2. Sebenernya Audie dan Shanin itu beda 1 tahun, audie kelas 3 smp, shanin kelas 2 smp. Tapi Dulu Audie tinggal di Bandung, karena orang tuanya di pindah tugaskan di Jakarta, Audie terpaksa harus pindah sekolah juga. Dan orang tuanya meminta Audie untuk ngulang di kelas 2 karena orang tua Audie takut kalau Audie belum bisa menyesuaikan di sekolah barunya, selain itu biar Audie biar lebih mantap dengan prestasinya. Karena di bandung dulu, prestasi belajarnya sempat merosot, Ini yang membuat orang tuanya was-was.
Oh ya, Waktu pertama kali masuk di sekolah barunya Audie musuh temen-temen cewek di sekolahnya mulai kelas 1-3. Mereka semua cemburu, dan ga suka sama Audie, karena setiap Audie lewat, semua cowok hampir sekolah pada muji kecantikannya. Dan itu yang membuat mereka iri banget. Nasib Audie juga sama dengan nasib Shanin sewaktu masuk SMP pertama kali,Shanin jadi bahan perbincangan cewek-cewek yang iri sama shanin.Tapi karena shanin mudah bergaul, beberapa cewek-cewek itu malah sahabatan sama shanin gara-gara shanin sering ngasih solusi kecantikan ke mereka.
Tiba-tiiba.....
Ada suara yang mengagetkan sekaligus mengganggu kesenangan Shanin. Suara alarm handphone Shanin yang berbunyi terus-terusan. Tapi shanin mengira bahwa itu hanya suara sms dari Audi, Shanin nggak sadar kalau jam handphonenya sudah menunjukkan pukul 03.00. Shanin kesal dan akhirnya ia  mencari dan mengambil handphonenya yang ia sendiri lupa naruhnya.
“Mana sih handphone ku, perasaan aku taruh di dekat vas itu, kenapa g ada!. Oh iya aku lupa, aku tadi taruh dekat tumpukan buku bio”
Shanin menuju meja belajarnya. Tanpa disengaja tangan shanin menyenggol tumpukan buku bio itu. Brakkk....
“Ah, apa-apaain ini! ELI deh! Ngapain pake’ jatuh segala”
Pas waktu sanin beres-beres, lembaran kertas yang ada di buku bionya jatuh dan dia mengambil kertas itu.
“Don’t forget on 7 december 2012!!!!! Apa lagi ini bikin bingung gue aja”
Dia mengembalikan kertas itu ke dalam buku bio lagi, tanpa memperhatikan tulisan itu. Setelah ia membuka handphonenya shanin kaget pas liat jam udah pukul 03.17 dan parahnya dia baru sadar kalau hari itu hari jum’at tanggat 7Deesember 2012.
“Ya ampun, kenapa dari tadi aku harus ketumu sama tanggal itu, tambah bingung deh, ada apa sih!”
Shanin langsung buka tabletnya yang ada di samping laptopnya. Shanin yang biasanya bawa tablet di sekolah buat nyatet kalau ada berita penting. Dia langsung buka catetannya dan....
“Omoiiiigooosss, ULANGAN BIO!!! BIOLOGI!!!”
Shanin seperti mati gaya saat melihat tulisan tersebut.
“Gila, Biologi!!! Bab apa lagi, gue lupa”
Shanin membuka handphonenya lagi yang waktu itu layarnya masih menampilkan menu alarm. Dia menekan tombol kembali, tapi...
“ message dan 7 misscall dari odi!!! Oh God, angka 7 kenapa menghantuiku, apa karna Odi suka angka itu kali ya”
Odi sapaan shanin buat Audi, Odi emang suka angka 7 karna di tanggal itu dia ketemu sama shanin.Shanin membaca 1 persatu pesan itu, dan dari 7 pesan isinya sama
“Thaneeennnn, kenapa gue telpon g loe angkat!!! Mudah-mudahan loe baca sms gue!!! Biologi bahannya apaan!!! Cpett gue pengen jadi kayaktante wiwid nih, jadi wajib belajar!!!! Pliss kali ini jangan bohongi gue apa materinya!!!”
Thaneen itu Shanin, semua temen-temennya manggil shanin dengan sebutan Thaneen. Dan Tante Wiwid adalah mama Shanin yang berprofesi sebagai Dokter.
“Huh, apa segitunya ya kalo pengen jadi dokter, gue aja pengen jadi kaya’ mama gue biasa aja.”
Shanin memang terlahir dari keluarga Dokter, papa dan mamanya dokter dan sekarang Mbash dan Shanin juga pengen jadi dokter, Kalau kekey belum tau. Nah, Mbash itu Mbak Shilla.
“o iya, ini jam 03.30, mampuuuss gue bio jam ke 1 lagi, aduh materinya....”
Jari-jari shanin memencet nama Odi kemudian call.
Tuuuuttt.... Tuuutttt.... hanya nada sambung yang terdengar, tidak ada suara Odi yang menjawab.
“Pasti Odi masih ngebo nih, aduh pusing juga kepala gue g tidur-tidur”
Kemudian shanin terpaksa belajar bab sebelumnya yang telah dijelasin gurunya gara-gara dia lupa materinya. Setelah 1 halaman Shanin baca, Brukkk suara shanin menghempaskan badannya ke tempat tidur dan langsung tertidur pulas.
Beberapa jam kemudian.....
Pukul 07.00,
Mbash terbangun, Kamar Mbash tepat disamping kamar Shanin. Seperti biasanya kalau Shanin belum bangun, Shilla selalu ngerjain Shanin. Tapi niat shilla berubah sewaktu Shilla liat komputer Shanin yang waktu itu lupa Shanin matiin dan yang kebetulan pula, foto Gemy yang shanin buka belum ia tutup. Dan...
“Mamaaaa..... cepettt sini!!!” Teriak Shilla yang ingin memberitahu mamanya tentang foto itu
Mendengar teriakan Shilla, Shanin langsung bangun dengan Mata merah, wajah lusuh, seperti orang g tidur satu hari. Shanin yang posisinya masih linglung dan pusing lasung berlari menutup mulut Shilla dan menutup semua foto-foto itu, dan langsung mematikan komputernya sebelum mamanya datang.
“Ada apa sih shil? Mama lagi siap-siap mau berangkat kerja nih, lagi banyak pasien.” Jawab mama ShilShan
“Ini nih, pas aku masuk kamar Shanin, eh...” Shilla menjelaskan kejadian yang terjadi, belum sempat selesai Shanin buru-buru menutup mulut Shilla dengan kencang supaya tidak keluar satu kata pun.
“Ya udah, kalian mandi sana, ini bukan hari minggu ya, wajib mandi. Mama g mungkin ngingetin kalian terus. Oh, ya kalian nanti berangkat sama papa ya,mama berangkat dulu. Cepet ya papa udah siap-siap tuh.” Jelas mama ShilShan
“Iya ma, bentar lagi” jawab Shanin
“Udah ya mama berangkat.” Pamit mama ShilShan
Mama ShilShan meninggalkan kamar Shanin, Shilla yag saat itu masih itu masih berada di kamar Shanin, mulai merayu dan mengejek shanin
“Ih, Shan siapa itu tadi, Pacar kamu? Cie jadi tidur sambil ngliatin fotonya nih. Ih cocuit bagt deh.” Rayu Shilla
“Cowok? Sejak kapan aku punya cowok. Udah deh jangan ngarang.” Cetus Shanin
“O berarti tadi bukan pacar kamu, tapi kamu suka kan?” Sahut Shilla
“Idiiih, ya nggak lah, masih kecil tauk..” jawab Shanin
“Ya udah buat aku aja ya, lumayan dpet cowok lebih muda dari aku, ganteng juga.” Rayu Shilla pada Shanin
“Terserah, deh. Sana keluar aku mau mandi” Perintah Shanin pada Shilla
Berbeda dengan di rumah Shanin....
Di rumah, Audie yang saat itu sedang siap untuk menunggu jemputan Shanin, meskipun ia menunggu, Odie masih membuka-buka buku biologi, buat ulangan nanti. G seperti biasanya Odie nunggu Shanin hampir satu setengah jam.
“Gila, nih Thaneen. Dia g liat jam apa, masak harus berangkat jam setengah 7 sih. Telaat bgt, blum macetnya, belum kalau ada apa-apa!!!” keluh Odie, Odie yang saat itu memencet huruf THA lalu memanggilnya, Odie mulai marah ketika bukan nada sampung yang terdengar namun, nomor yang anda hubungi sedang sibuk, silakan tinggalkan pesan anda.
“Mamaaa, anterin aku dulu yaaa!” Teriak Odie dari luar
“Anterin? Nah kan biasanya sama Shain, Kamu ada masalah sama shanin?” Sahut mama Odie
“Agak marah ma, abis dari tadi malem aku hubungi gak pernah diangkat, eh ini malah suruh ninggalin pesan” Jawab Odie
“Audie... Jangan gitu, Siapa yang jadi temen pertama kamu di sekolah barumu? Shanin kan. Trus kamu udah mikir apa aja yang shanin perjuangin sampai-sampai dia mau bersahabat dengan kamu, ingat itu die” Jelas mama Odie
“Iya sih mah, dulu ia ditiggalin sahabatnya gara-gara suruh milih dia mau berteman sama aku dan putus persahabatan atau g berteman sama aku tapi persahabatan mereka lajut, Dan Shanin lebih milih aku dari pada temen-temennya, dan sejak itu, semua temen-temennya menjauh dari Shanin.” Terang Odie ke mamanya
“Nah, kan kamu tau itu. Mungkin dia kemarin lagi sibuk belajar atau  mungkin baterainya habis trus lupa ngecas, atau mungkin dia lagi tidur. Tadi Shanin nelpon kamu g?” tutur mama Odie
“Shanin tadi nelpon aku, tapi aku udah tidur” jawab Odie
“ya, udah tunggu bentar lagi aja. Mungkin dia ini juga buru-buru.Kasihankan kalau kamu tinggal, eh Shaninnya nyampek sini. Sambil baca-baca biologi ya.” Saran mama Odie
“Ya udah deh mah”
Lalu Odie menjatuhkan diri ke sofa dan membuka buku biologi.
Tidak lama kemudian, suara Klakson Shanin terdengar dari dalam, Odie langsung lari menuju mobil tersebut dengan tergesa-gesa. Tanpa diketahui kakinya tersandung selang dan Odie langsung jatuh, dan baju bagian depannya terkena kotoran. Melihat Odie jatuh, Shanin buru-buru menolong Odie. Setelah Odie bangun, Shanin melihat raut wajah Odie yang terlihat marah.
“Odie, kamu marah ya?”
“Agak Shan” cetus Odie
“Sori die, Kamu jangan diem aja dong, sepi nih, aku bisa jelasin kok sama kamu kenapa aku g angkat telpon kamu.” Shanin berusaha mancairkan suasana
“hmm, yaudahlah ntar aja, ayo berangkat” Ajak Odie
Di perjalanan, mereka Cuma bicara sepatah dua kata, Papa Shanin yang waktu itu lagi nyetir buat nganterin mereka berdua merasa aneh, karena g seperti biasanya Snanin dan Odie diem-dieman.
“Audie, tumben sekarang jarang main ke rumah. Bosen ya atau sungkan?” Tanya Papa Shanin
“oh nggak kok om, Sekarang masih banyak tugas numpuk yang harus di selesaiin secepatnya, jadi waktu untuk main tinggal dikit om, jarang ada waktu luang.” Jawab Audie
“oh, gitu ya. Mangkanya Shanin tiap kali di ajak dinner nolak terus. Lagi sibuk-sibuknya ya ternyata. Om kira itu Cuma alasan Shanin aja.” Papa Shanin meneruskan percakapan
“Oh, iya. Om minta maaf ya jemput kamu tadi jadi telat, ini nih Kekey nangis nyari jam tangan kesukaannya yang tiba-tiba hilang. Eh ternyata disembunyiin Shilla.” Papa Shanin berusaha menjelaskan keterlambatannya menjemput Audie
“Oh, iya om gapapa kok, lagi pula aku juga belajar biologi kok tadi, biar lebih mantep. Jadi di sekolah udah siap ulangan.” Jawab Audie
“Oh, gitu. Nanti kalian ulangan? Kok kemarin Shanin malah Online. Shanin kamu udah belajar kan?” Tanya papa Shanin
“Oh, iya pa. Nanti ulangan. Emmmm..... belajar dikit sih pa.” Jawab Shanin
“Beneran? Jangan lupa saran om buat kalian berdua, sebelum mengerjakan baca do’a ya. Dan jangan nyontek!!” Saran papa Shanin
“oke om, siap” jawab Audie
“iya papa...”Shanin melanjutkan
Untung saja Papa Shanin tau jalan pintas dari rumah Odie ke Sekolah,Akhirnya mereka semua g terkena macet dan Shanin Audie sampai di sekolah tepat sebelum bel berbunyi.
“Udah ya Shanin papa berangkat kerja ya, Audie om duluan ya. Bye all.” Sapapapa Shanin sebelum meninggalkan sekolah mereka
Di perjalanan menuju kelas,seperti biasa anak laki-laki bersiul saat melihat Shanin dan Audie. Dan Mantan Sahabat-sahabat Shanin mulai mengejek mereka berdua...
“Eh, ada cewek pahlawan nih, Sok cantik pula” ejek salah satu cewek yang lagi duduk-duduk di depan kelas
“Eh, kalian die aja ya ga usah banyak omong, ngaca dong kalian tuh lebih, lebih, lebih dan , leeeeeeeeeebbiiiiiiiihhh jelek dari kita.Nyadar ya kalian tuh yang sok cantik. Padahal Cuma rambut aja yang bagus, itu pun juga habis dari salon!!!” Balas Odie dengan emosi
“Udah, Die, g usah di dengerin orang-orang iri itu. Ayo cepet ke kelas, aku mau jelasin sesuatu” Ajak Shanin
Mereka melanjutkan jalan mereka menuju kelas. Kebetulan mereka mendapat tempat duduk bersebelahan. Shanin menggeser kursi mendekat ke meja Odie.
“Die, Sori. Gue semalem g denger kalo ada telpon dari loe. Handphone gue, gue aktifin senyap. Gue taruh bawa bantal. Dan waktu itu gue udah dibutain sama cowok itu. Gue nyariin twiter cowok itu, dan parahya gue lupa waktu, guebaru sadar waktu alarm gue bunyi dan itu udah pukul 3 pagi. Dan gue baru inget kalau ada ulangan Biologi” Jelas Shanin
“Oh, jadi gara-gara itu loe lupa semuanya, lupa waktu, lupa belajar, dan parahnya loe ga inget sekali pun sama gue, Loe g inget apa sesekali buat nelpon atau sms gue. Yah, bagus deh. Gue jadi lebih fokus belajar biologi tanpa ada yang ganggu-ganggu gue, dan BUANG waktu gue!!” Odie berkata pada Shanin dengan wajah sinis
“Pliiisss, die maafin gue, meskipun gue lupa sms loe, tapi gue masih inget kita akan tetap bersama, walaupun kita terpisah akan jarak, karena persahabatan kita tanpa batas” balas Shanin pada Odie
Mendengar perkataan itu Odie, hampir mengeluarkan setetes air mata, Karena kalimat itu adalah janji dan komitmen bagi Shanin dan Audie.
“ahhh, Thaneen kamu ternyata masih inget, kalimat itu. Gue maafin loe kok.Dan aku membutuhkan kehadiranku, kamu membutuhkan kehadiranku....”Lanjut Odie
Dan mereka melanjutkan janji dan komitmen mereka
“Aku adalah aku, Kamu adalah kamu, Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku, Maka hanyalah ada kita.” Odie dan Shanin bersama-sama mengumandangkan komitmen itu
Mereka berdua mulai akur, dan Odie sudah mulai banyak bicara. Hanya kalimat itu yang bisa membuat mereka terharu.
Anak-anak yang berada di luar kelas berlarian masuk ke kelas,
“Bu Anin datang.....” teriak salah satu teman Aunin
Aunin adalah abungan dari nama Audie dan shanin
“Aduh, Mampus, gue belum selesai belajar.” Shanin berbicara sendiri sambil menyalahkan dirinya sendiri.
Bu Anin mulai membagikan soal ulangan, Shanin terlihat tegang.
“Baik, waktu pangerjaan satu setengah jam, tengok ke arah mana aja, kertas saya ambil, saya anggap kamu remidi.” Bu anin menegaskan pada semua siswa
Teetttt.....
Waktu pelajaran biologi selesai, Shanin dan Audie mengumpulkannya, Audie g sengaja liat lembar jawabannya Shanin yang banyak yang kosong.
“Eh, neen, loe ngerjain berapa soal sih, gue lihat kok dikit bgt?” Tanya Odie
“eh, Dari 15 pertanyaan yang bisa gue jawab 7, gue pusing bgt liat soalnya. Kan gue lupa kalo ulangan, dan penyebabnya adalah cowok itu.” Jawab Thaneen
“haduh, neen. Udah, jangan ngulangi lagi. Oh ya, gue hampir lupa, besok sabtu band sekolah kita bakal tampil di festival band se-jakarta. Dan ada cowok itu lo, sebagai vokalisnya..” Jelas Odie
“Ciyus lo, Miapah, ayo kita nonon, pliss temenin gue die, “ Shanin merengek dan memohon pada odie
“mm... gimana ya...” Odie menjawab
“Gue traktir deh, gue bakal nurutin perintah loe deh, tapi tolong temenin gue ya” Minta Shanin
“yadeh, sebagai orang yang baik hati, gue temenin lo..” Jawab Odie
“yeay, Makasih Odie, loe emang sahabat gue yang paling baik deh” Shanin membalasnya dengan senang
Sabtu, 8 Desember 2012, di Festival Band se-jakarta
Shanin dan Audie di antar oleh supir pribadi Shanin, Mereka turun dari mobil dan bergegas melewati kerumunan penonton, menempati baris paling depan.
“Hah, untung aja sekolah kita belum tampil, eh, die entar bantuin gue moto Gemy ya,” Shanin mengajak Odie ngobrol
“Iya, iya... gue fotoin deh” Balas Odie
Tidak lama kemudian, host memanggil devotee band. Devotee band adalah nama band dari sekolah Aunin
Shanin langsung berteriak, “Wooooo,,, Devotee... Devotee.. Devotee.....”
Devotee naik ke atas panggung dan siap untuk menyanyikan dua lagu untuk menghibur penonton
“Odie, siap-sap moto ya.., aku yang ngrekam” Ajak Shanin
“Ok Thaneen..” Jawab Odie
Sebelum Devotee tampil, si vokalist atau Gemy mau ngajak salah satu cewek buat maju, buat jadi temennya di atas panggung.
“umm,, untuk cewek yang pakai dress hijau tosca bisa maju.” Gemy mengajak salah satu cewek dan memberi senyuman kepada cewek itu.
Shanin langsung tercengang dan kaget. Shanin yang saat itu memakai dress warna hijau tosca seperti bermimpi. Shanin merasa deg-degan saat dipanggil gemy
“Yah, nona cantik. Bersedia?” Gemy menawari Shanin sekali lagi
Shanin makin g percaya kalau Gemy memanggilnya nona cantik. Tiba-tiba.....
“Aduhh... Odie, ngapain loe cubit gue!” Shanin langsung sadar
“Udah, cepet maju. Jangan bengong aja..” Odie menyuruh shanin cepat maju
Shanin naik ke atas panggung dengan wajah memerah.
“Wah, tepuk tangan dong buat nona cantik ini, By the way namanya siapa, abang ganteng boleh kenalan g?” Tanya Gemy dengan rayuannya
Shanin menjawab dengan sedikit grogi, dan wajah semakin merah, “Shaaaniin...”
“Ah, masa’ Cuma gitu aja, Jawabnya: Shanin abang ganteng” Rayu gemy pada Shanin
“mmmm.... Shaaanniiiin abbanggg gaanttteeenng” Jawab shanin dengan grogi
“nah, gitu dong. Dari SMP mana sih nona cantik? Tanya Gemy lagi
“Dari SMP Al-Azhar, jakarta” Jawab Shanin
“Wah sama dong, kelas 3 apa? Tanya Gemy lagi
“9 B” jawab Shanin
“Okay, shanin di sini bakal nemenin gue nyanyi satu buah lagu,” Gemy berbicara dengan penonton
Gemy mulai bernyanyi dan Shanin juga ikut meneruskan sedikit-sedikit. Sementara itu Odie menonton sambil merekam dan memfoto mereka. Satu lagu telah selesai, Shanin merasa pertemuannya dengan Gemy malem itu cukup singkat. Shanin turun dari panggung kemudian Gemy menyanyi satu buah lagu lagi tanpa Shanin.
“Ih,, Thaneen loe cocok banget sama gemy. Suara loe bagus, cantik dan gemy suaranya bagus dan ganteng lagi” Puji Audie
“Odiiiieee.... Gue mimpi apa nanti, gue dipanggil nona cantik sama pangeran gue. Huow... gue g bakal ngupain momen bahagia ini.” Shanin mengungkapkan perasaan senengnya
“Nih, gue udah fotoin dan rekamin loe sama dia. Betapa susahnya gue lakuin itu, tangan kanan foto, tangan kiri merekam.”Keluh Odie
“iya Odie, makasih ya. Sori ngrepotin elo...” Balas Shanin
“gapapa kok, kan demi nona cantik ini masa’odie g mau bantuin” Odie ganti merayu Shanin
“Odiee, resek deh, jangan gitu dong, gue jadi malu banget.” Shanin membalas rayuan odie
Setelah Devotee band selesai tampil, Shanin dan Odie berjalan menuju mobil Shanin. Belum sampai di parkiran mobil, Gemy bergegas menyusul Shanin.
“Shaniiiiin!!!!” Teriak Gemy memanggil Shanin dari kejauhan
“Eh, die. Kayaknya ada yang manggil nama gue deh!!!” Shanin mencari orang yang memanggil namanya
“Mungkin orang sok kenal kali Neen.” jawab Odie
“Iya, kali ya, yaudah ayo jalan lagi.” Balas Shanin
Gemy berlari mengejar shanin sebelum kehilangan jejak Shanin. Dan akhirnya Gemy berhasil menarik tangan Shanin dan menghentikan langkah Shanin.Tetapi sewaktu Gemy menarik tangan shanin, Shanin kaget dan dia hampir jatuh, untung saja Gemy dengan sigap menahan shanin agar tidak jatuh.
“Eh, shan, maaf ya. Hampir aja kamu jatuh.” Gemy meminta maaf pada Shanin
“Oke, gapapa kok. Jadi. Loe yang manggil-manggil gue dari tadi.” Balas Shanin
“Eh, thaneen gue tunggu loe di mobil ya.” Odie mendahului shanin ke mobil sekaligus memberi kesempatan mereka berbicara berdua
“Okey, Odie” balas Shanin
“Iya. Thaneen?” tanya Gemy
“Oh, iya itu panggilan kesayangan Odie ke aku. Oh ya ada apa?” Balas Shanin
“So sweet banget, ada nama kesayangan segala. Oh, iya thanks ya tadi udah nemenin di panggung, suara loe bagus juga.” Jawab Gemy
“Ah, suara gue mah biasa aja, masih bagusan suara loe kali.” Balas Shanin
“Oh, ya, lo mau pulang ya? Gue minta pin loe ya shan.” Tanya Gemy
“oh, ini.....” Shanin memberikan pinnya pada Gemy
“Ok makasih Shanin...” Kata Gemy
“ok, Gue duluan ya, udah ditunggu odie nih” Shanin berpamitan dengan Gemy
Shanin mulai melangkah meninggalkan Gemy, Gemy membalas ucapan Shanin
“Bye-bye Nona Cantik” balas Gemy
Entah Shanin mendengar atau tidak ucapan Gemy itu. Akhirnya Shanin sampai di tempat parkir, Shanin langsung masuk mobil dan pulang. Di perjalanan, Shanin bercerita kejadian tadi pada Audie. Audie setia mendengar curahan hati Shanin dan sesekali Audie membalas cerita shanin dengan kalimat yang lucu. Sampai akhirnya mereka sampai di rumah masing-masing. Shanin langsung masuk kamar dan membuat Status baru di facebook dan twitter.
Hari itu memang hari Sedih bercampur bahagia, dimana dia g bisa ngerjain ulangannya, dan dia bertemu pangerannya.
Di hari minggu, kegiatan Shanin dipenuhi dengan BBMan dengan Gemy dan Odie. Di hari itu juga Shanin pergi jalan-jalan dengan Audie, sebagai tanda jasa karena dia mau menemani shanin nonton festival band. Shanin juga memberi bonus tambahan buat Audie karena dia, Shanin bisa ketemu sama pangerannya.
Di hari berikutnya, di hari itu kebetulan seluruh siswa kelas 3 di sekolah shanin dikumpulkan di aula untuk di beri arahan sebelum ujian dan meneruskan ke SMA. Seperti biasanya Shanin dan Audie selalu mencari barisan duduk di depan, mereka tidak terlalu suka duduk di belakang, karena temen-temen cewek mereka banyak duduk di belakang dan lebih suka berbicara daripada ndengerin arahan dari guru-guru. Shanin dan Audie memang udah punya janji bakal nerusin ke SMA yang sama.
Pengarahan dari guru-guru selesai, sewaktu keluar dari aula, Audie pengen ngajak shanin ngomong berdua di tempat sepi, shanin mau aja. Tapi waktu itu, Gemy tiba-tiba ndeketin mereka berdua dan ingin ngajak ngobrol Shanin berdua juga. Shanin hampir aja nolak tawaran Gemy itu, tapi Audie menyuruhShanin untuk ngobrol sama Gemy dulu. Shanin dan Gemy pergi ninggalin Audie sendiri.
“Duh, gimana nih, gimana gue ngomongnya ke Thaneen” Audi bicara sendiri sambil berjalan menuju kelas
Sesampainya di kelas Audie melamun dan berpikir gimana cara ngasih tau Shanin kalau setelah lulus nanti, Audie dan orang tuanya bakalan pindah ke paris. Audie takut Shanin marah karena Audie udah bohong dan gak menuhin janjinya.
Di lain tempat, di bawah pohon beringin yang teduh. Shanin dan Gemy mulai berbicara satu sama lain
“Gem, ngapain sih ke sini. Ntar kalau gurunya udah masuk kela gimana?” tanya shanin

“Aku mau ngomong sesuatu. Udah tenang aja guru-guru pada rapat kok” jawab gemy
Shanin mulai menebak-nebak, kalau dia bakalan di tembak Gemy hari ini. Sedangkan shanin belum siap, soalnya dia baru kenal deket Gemy beberapa hari yang lalu.
“Terus, mau ngomong apa? Eh, kamu mau nerusin SMP ke mana?” Tanya shanin sambil mengalihkan pembicaraannya
“Aku mau nerusin ke SMA Al-Izhar, Kamu?” Gemy bertanya balik
“Aju juga mau nerusin kesitu, Odie juga.” Jawab Shanin
“Shan..... “ Gemy menoleh ke Shanin dan sebaliknya shanin juga menoleh ke Gemy
“kenapa?” jawab shanin
“mmmm.... Do you want to fill my heart?” Tanya Gemy
“Ha?” Wajah Shanin mulai memerah, dan dia bingung mau jawab apa, soalnya dia baru kenal Gemy lebih jauh.
“Yeah, kamu mau jadi pacar aku?” tanya gemy lagi
Shanin tambah bingung jawab ya atau tidak. Shanin berpikir kalau dia jawab tidak, Shanin takut kalau Gemy bakal njauhin dia, dan kesempatan Shanin buat jadi ceweknya Gemy bakalan sulit. Akhirnya.....
“...iyaaa..” Shanin menerima Gemy menjadi pacarnya
Gemy langsung melompat kegirangan begitu mendegar jawaban Shanin “yeaayyy... shanin jadi pacar gue..”
“EH, gem ayo masuk kelas, nanti gurunya keburu datang lo. Odie juga tadi mau ngobrol sama aku”Ajak Shanin
“Iya, nona cantik. Aku anterin kamu ke kelas kamu ya.” Gemy menawari Shanin
“Iya, Abang Ganteng” Shanin membalas tawaran Gemy
Gemy mengantar Shanin sampai di kelasnya. Setelah itu Gemy kembali ke kelasnya. Di kelas Shanin mulai bercerita dengan Audie
“Die.... loe tau nggak tadi Gemy bilang apa sama Gue?” Shanin mulai berbicara dengan wajah bahagia
“ooh... gue tau nih. Pasti loe habiis di tembak sama gemy ya..” Tebak audie
“Iyaa. Die... Gue dan Gemy udah pacaran sekarang.” Shanin melengkapi tebakan Audie
“Wah selamat ya neen. Bakal ada traktiran nih.”Balas Audie
“Tenang aja. Eh, loe tadi mau ngomong apaan?” Tanya Shanin
Audie tambah bingung, apakah dia harus mengucapkan rencana kepindahannya sekarang atau nanti. Audie takut kalau itu bakal membuat perasaah bahagia shanin jadi sedih.
“Odiee... loe kok bengong sih. Eh loe mau ngomong apa?” Tanya shanin
“mmmmm... kalau gue cerita loe jangan sedih ataupun marah ya..”Kata Audie
“Iya deh gue g bakal nangis ataupun marah.” Balas shanin
“janji?” lanjut Audie
“janji Odieku” jawab Shanin
“mmmm.... neeeen,,, gue nanti setelah lulus SMP bakal pindah ke Paris. Itu bukan keinginan aku, itu karena orang tuaku pindah tugas di sana. Kamu jangan sedih ya. Dan Insya allah, habis UAN bulan depan gue berangkat ke paris.” Audie menjelaskan kepergiannya ke Shanin
Shanin hampir meneteskan air mata.
“Thaneeen!!! Loe kan janji g bakal sedih.” Kata Audie
“Odie, lo kok ninggalin gue sih. Loe di sini aja, biar orang tua loe yang ke paris.” Balas Shanin
“Gue maunya Gitu, tapi di paris nanti gue sama keluarga gue bakal netap di sana.” Jelas Audie lagi
“Odie... Tapi sebelum loe pindah loe harus janji bkl ngabisin waktu loe sama gue ya?”Ajak Shanin
“Iya Thaneen. Trus nanti Gemy gmana dong, nanti ia cemburu sama gue dong.” Shanin membalasnya dengan canda.
“hahahaha.... nggak lah, kan kita udah pacaran lebih dulu” Balas shanin dengan candaannya
Dan hari demi hari Shanin menghabiskan waktunya bersama Audie juga Gemy. Mereka berlibur, berrmain, belanja, belajar, dan melakukan aktivitas bersama-sama. Pada saat waktu perpisahan tiba. Shanin datang ke rumah Audie sangat pagi sebelum Audie berangkat ke bandara, dan Gemy setia menemani Shanin. Shanin mengantar Audie ke bandara. Sebelum pesawat Audie lepas landas. Audie dan Shanin berbicara berdua.
“Odie, loe masih inget kan kata-kata kita. Gue harap loe inget itu selamanya. Dan kalau loe punya sahabat baru, jangan lupain gue ya.” Kata Shanin
“Gue pasti inget kok Thaneen. Gue bakal sering ke Indonesia kok buat ketemu kamu pacarku. Dan gue gak bakal nglupain loe sekali pun” Balas Audie
Mereka mulai meneteskan air mata sewaktu penumpang pesawat tujuan paris bakal segera lepas landas.
Mereka mengucapkan kata-kata terakhir mereka bersama-sama
“kita akan tetap bersama, walaupun kita terpisah akan jarak, karena persahabatan kita tanpa batas. Dan aku membutuhkan kehadiranku, kamu membutuhkan kehadiranku. Aku adalah aku, Kamu adalah kamu, Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku, Maka hanyalah ada kita”
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Audie melankah meninggalkan Shaninuntuk menaiki pesawat. Dan pesawat itu Take off. Kini tinggal Shanin dan Gemy di sana. Shanin terus meneteskan air matanya dan Gemy setia menghapus air mata Shanin. Dan Gemy akhirnya mengantarkan Shanin pulang.